Rowosari - RAKOR DAN MUSYAWARAH PEMBANGUNAN YAYASAN AL BASYIROH

RAKOR DAN MUSYAWARAH PEMBANGUNAN YAYASAN AL BASYIROH

Rowosari, 29/01/2020 Bertempat pada ruang Kepala Desa Rowosari pada hari ini jumat berlangsung musyawarah dan rapat koordinasi pembangunan yayasan Al Basyiroh dan masjid Al Firdaus yang mengalami penolakan oleh masyarakat. Acara pada hari ini adalah sesuai arahan rakor  seluruh Forkompincam di kecamatan Rowosari dihadiri oleh Pemdes Rowosari, Bp. supriyadi selaku Founder pendirian Yayasan Al Firdaus, Bp. Achadun selaku tokoh masyarakat, Bp. Muchtasor selaku ketua NU Desa Rowosari, Bp. Agus Fatikhin selaku ketua Ansor, dan Bp. Ali Martin selaku tokoh masyarakat dan FKDM (Forum Kewaspadaan Dini Masyarakat).

Kepala Desa Rowosari Bapak Luqman Zakaria,S.Sos menyampaikan bahwa pembangunan yayasan tersebut akan berdampak sosial yang membuat masyarakat tidak kondusif, maka dari itu Pemdes Rowosari memohon untuk menghentikan pembangunan yayasan tersebut dan bisa mengalihkan fungsi dalam bentuk amal lain. Karena sampai ada isu yang berkembang bahwa Pemdes menerima suap 50 juta dan sampai akan menurunkan kepala desa dari jabatannya.

Disampaikan dan dijawab langsung oleh Bp. Supriyadi bahwa selaku ketua pembangunan yayasan beliau tidak menginginkan kondusi yang tidak stabil dan kacau oleh provokasi oknum yang tidak benar. Beliau menyampaikan bahwa tidak benar isu tersebut, beliau berkata " naudzubillah hal itu tidak benar saya tidak pernah memberi suap ke Pemdes Rowosari, saya tau aturan dan norma agama "

Bp. Achadun selaku wakil masyarakat menceritakan kronologi awal mula keresahan masyarakat  yang mengadu ke beliau atas penolakan pendirian yayasan tersebut. begitu pula Bp. Muchtasor juga menyampaikan hasil musyawarah wakil masyarakat atas penolakan yg sama.

Dalam hal ini bapak Ali Martin menyampaikan hasil rapat dengan forkompincam di kecamatan tempo hari beliau  yang mewakili FKDM Kabupaten Kendal (Kesbangpol) menjelaskan bahwa dalam permasalahan ini mencakup dua aspek formal dan nonformal. Kemudian beliau menekankan bahwa non formal mencakup aspek sosial ini harus diperhitungkan demi Desa Rowosari yang aman, tentram dan damai.

 

 


Dipost : 29 Januari 2021 | Dilihat : 811

Share :