Berita Terkini

Mahasiswa KKN MIT ke-22 UIN Walisongo Semarang Posko 153 melakukan pendataan UMKM di Pasar Rowosari, Desa Rowosari, Kecamatan Rowosari, Kabupaten Kendal, Rabu (5/8/2026). Pendataan ini menjadi langkah awal program pendampingan digital bagi pelaku UMKM.
Kendal, Desa Rowosari — Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) MIT ke-22 UIN Walisongo Semarang melaksanakan pendataan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di Pasar Rowosari, Desa Rowosari, Kecamatan Rowosari, Kabupaten Kendal, Rabu (5/8/2026). Kegiatan ini merupakan langkah awal dalam pelaksanaan program pendampingan UMKM berbasis digital.
Kegiatan pendataan UMKM di Desa Rowosari merupakan salah satu program unggulan Divisi Ekonomi Kreatif KKN MIT ke-22 UIN Walisongo Semarang Posko 153. Melalui kegiatan ini, mahasiswa mengidentifikasi potensi, kondisi, serta kebutuhan para pelaku UMKM sebagai dasar penyusunan program pemberdayaan ekonomi.
Sebanyak 15 mahasiswa KKN terjun langsung ke lapangan dengan mengunjungi para pelaku UMKM yang beraktivitas di kawasan Pasar Rowosari. Pendataan dilakukan melalui wawancara dan pengisian formulir untuk memperoleh informasi mengenai identitas usaha, jenis usaha, lama usaha berjalan, serta kebutuhan yang terlibat dalam mengembangkan usahanya.
Data yang diperoleh nantinya akan menjadi dasar penyusunan program pendampingan agar sesuai dengan kondisi dan kebutuhan masing-masing pelaku UMKM. Pendampingan program tersebut difokuskan pada pembuatan titik lokasi usaha di Google Maps serta pendampingan pengajuan QRIS guna mendukung transformasi digital usaha mikro.
Koordinator Desa KKN MIT ke-22 UIN Walisongo Semarang Posko 153, Saifullah Yusuf Assegaf, mengatakan bahwa kegiatan pendataan UMKM merupakan langkah awal untuk memetakan potensi dan kebutuhan pelaku usaha di Desa Rowosari. Menurutnya, hasil penataan tersebut akan menjadi dasar dalam penyusunan program pendampingan yang lebih tepat sasaran.
“Kami ingin pendataan ini tidak berhenti pada pengumpulan data, tetapi menjadi awal dari pendampingan yang berkelanjutan. Melalui digitalisasi usaha, seperti pendaftaran lokasi di Google Maps dan fasilitasi QRIS, kami berharap UMKM di Desa Rowosari semakin mudah menjangkau konsumen, mampu mengikuti perkembangan teknologi, dan memiliki daya saing yang lebih baik,” ujarnya.
Salah satu pelaku UMKM di Pasar Rowosari mengaku terbantu dengan adanya program pendampingan yang dilakukan mahasiswa KKN. Menurutnya, pemanfaatan Google Maps dan QRIS menjadi hal baru yang dapat mendukung perkembangan usahanya.
“Selama ini kami belum tahu cara mendaftarkan usaha ke Google Maps maupun membuat QRIS. Dengan adanya pendampingan dari mahasiswa KKN, kami jadi lebih paham. Semoga usaha kami semakin mudah ditemukan dan penjualannya ikut meningkat,” tuturnya.
Melalui program ini, mahasiswa KKN MIT ke-22 UIN Walisongo Semarang Posko 153 berharap digitalisasi dapat menjadi salah satu solusi dalam memperkuat daya saing UMKM di Desa Rowosari. Pendampingan yang dilakukan tidak hanya fokus pada pemanfaatan teknologi digital, tetapi juga mendorong pelaku usaha agar lebih adaptif terhadap perkembangan ekonomi digital sehingga mampu memperluas jangkauan pemasaran, meningkatkan kualitas pelayanan, dan mendukung pertumbuhan ekonomi masyarakat desa.
Penulis: Tim Ekraf KKN UIN Walisongo
Editor: Heim Muhammad
Dipost : 13 Agustus 2026 | Dilihat : 20
Share :