Rowosari - MAHASISWA KKN KELOMPOK 108 UPGRIS GELAR GERAKAN PEMANFAATAN GEDEBOG PISANG SEBAGAI MEDIA TANAM BUDIDAYA SAYURAN BERSAMA PKK DESA ROWOSARI

MAHASISWA KKN KELOMPOK 108 UPGRIS GELAR GERAKAN PEMANFAATAN GEDEBOG PISANG SEBAGAI MEDIA TANAM BUDIDAYA SAYURAN BERSAMA PKK DESA ROWOSARI

Kendal – Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) UPGRIS Kelompok 108 Desa Rowosari berhasil menggelar gerakan pemanfaatan gedebog pisang sebagai media tanam budidaya sayuran. Dengan menggandeng para ibu PKK Desa Rowosari, program kerja ini dilaksanakan sebagai bentuk pengabdian mahasiswa UPGRIS untuk masyarakat Desa Rowosari, Kecamatan Rowosari, Kabupaten Batang, Jawa Tengah. Kegiatan sosialisasi pemanfaatan gedebog pisang ini diadakan pada hari Senin tanggal 4 Maret 2023 yang berlokasi di Balai Desa Rowosari, berlangsung dari pukul 14.00 sampai 16.00 WIB.

Latar belakang gerakan pemanfaatan gedebog pisang tersebut dilaksanakan karena gedebog pisang dianggap sebagai hasil samping pertanian yang tidak dimanfaatkan lagi. Banyak petani-petani setelah memanen buah pisang seringkali membiarkan gedebog pisang teronggok sebagai sampah. Termasuk pohon yang mudah dibudidayakan menjadikan alasan kenapa pohon pisang yang sudah tidak produktif di banyak tempat dibiarkan mati hingga membusuk. Sasaran dari kegiatan ini adalah para ibu warga Rowosari yang memiliki perkebunan pisang.

Adapun runtutan acaranya yaitu perwakilan dari Mahasiswa KKN UPGRIS melakukan pemaparan materi mengenai manfaat dan langkah-langkah membuat media tanam menggunakan media gedebog pisang. Dian Puspitasari selaku penanggungjawab dalam kegiatan ini mengatakan dalam paparannya bahwa gedebog pisang memiliki beberapa manfaat sebagai media tanam.

“Gedebog pisang memiliki beberapa manfaat yaitu kandungan pati yang banyak dapat menjadi sumber nutrisi bagi tanaman, mengandung mikroorganisme dekomposer lokal yang dapat membentuk kompos secara langsung di dalam gedebog pisang tersebut. Selain itu, gedebog pisang memiliki senyawa seperti Antrakuinon Saponin dan Flavonoid yang dapat membantu pertumbuhan akar pada tanaman sehingga dapat menyerap nutrisi dengan baik dan kandungan air yang ada di gedebog  pisang cukup banyak sehingga tidak perlu penyiraman yang rutin,” jelasnya.

Setelah dilakukannya pemamaparan materi oleh perwakilan Mahasiswa KKN UPGRIS dilanjutkan dengan praktik pembuatan media tanam dari gedebog pisang oleh Mahasiswa KKN UPGRIS Kelompok 108 bersama dengan Ibu-ibu PPK Desa Rowosari. Adapun tanaman yang ditanam pada kegiatan ini yaitu tanaman cabai dan terong. Langkah pertama yang dilakukan dalam pembuatan media tanam dari gedebog pisang ini yaitu siapkan gedebog pisang yang sudah tidak terpakai, bibit tanaman dan tanah yang sudah dicampur dengan pupuk. Kemudian pohon pisang diposisikan tidur dan permukaannya dibuat lubang tanam dengan diameter 5 cm sedalam 10 cm dengan jarak antar lubang sekitar 15-20 cm. Masukkan tanah yang sudah dicampur dengan pupuk ke setiap lubang tanam sebanyak setengah dari kedalaman lubang tanam. Setelah itu bibit ditanam di setiap lubang dan ditutup dengan tanah kembali. Siram dengan air secukupnya. Perawatan pada tanaman sangat mudah, jika tanahnya mulai kering tinggal disiram air sedangkan untuk menghindari hama dan penyakit perlu disemprot menggunakan pestisida nabati atau pupuk organik cair.

Di akhir sesi kegiatan, Ibu Awin Titi Afriani selaku Ketua PKK Desa Rowosari menuturkan bahwa kegiatan pemanfaaan gedebog pisang ini selain menambah wawasan baru mengenai pemanfaatan limbah pertanian dan sebagai solusi bertanam dimusim kemarau, juga menumbuhkan minat masyarakat Desa Rowosari untuk berkebun di pekarangan rumah.

“Dengan dilaksanakannya kegiatan pembuatan media tanam menggunakan limbah gedebog pisang ini diharapkan warga Desa Rowosari dapat memanfaatkan limbah pisang dengan baik, sehingga tidak terbuang begitu saja dan sebagai solusi bertanam dimusim kemarau, juga diharapkan dapat menumbuhkan minat masyarakat Desa Rowosari untuk berkebun di pekarangan rumah,”pungkasnya.


Dipost : 07 Maret 2024 | Dilihat : 190

Share :